Pemkab Kukar Anggarkan Pengadaan Sapras Pabrik Industri Rumput Laut di Muara Badak
Plt
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sy. Vanesa Vilna
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
KUTAI KARTANEGARA-
Wilayah pesisir Kukar, tepat nya yang berada di Kecamatan Muara Badak memiliki
potensi pengembangan budidaya rumput laut. Untuk mendorong kemajuan sector tersebut,
Pemkab Kukar telah membangun Pabrik Industri Rumput Laut pada 2021 lalu di
Muara Badak.
Pembangunan gedung pabrik rumput laut di
Kecamatan Muara Badak telah rampung. Pabrik industri belum bisa beroperasi
karena kebutuhan sarana prasana (Sapras) belum terlengkapi. Oleh karenanya,
pada 2024 nanti Pemkab Kukar mengalokasikan anggaran untuk pengadaaan Sapras,
sehingga pabrik rumput laut bisa segera dioperasikan.
Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Daerah (Bappeda) Sy. Vanesa Vilna mengatakan, pembangunan pabrik industri
rumput laut bagian dari target RPJMD Kukar 2021-2026, tujuannya untuk
menyiapkan hilirasasi bagi petani di wilayah tersebut.
"Bangunan pabriknya sudah selesai 100
persen, tapi alat alat pengelolaannya belum ada, 2024 di anggarkan sekitar Rp.
20 milliar untuk pengadaan alat," kata Vanesa Vilna kepada
Poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Kamis (8/6/2023).
Sementara pada 2022 lalu sudah pernah
dianggarkan untuk pengadaan alat alat pengelolaan pabrik tersebut, namun
ditengah perjalanan mengalami kendala, sehingga pengadaan alat tidak bisa
direalisasi.
"Pabrik itu rencananya akan menjadi
pabrik tepung, dan hasil produksinya akan kita pasok ke perusahaan perusahaan
Indonesia seperti Garuda Food dan lainnya. Sementara mereka ini dapat pasokan
dari luar negeri itupun sedikit, sedangkan kita expor bahan mentah ke luar
untuk dibikin tepung, kemudian dikirim lagi ke Indonesia, makanya kita bangun
pabrik tepung itu," sebutnya.
Menurutnya, bahan dasar rumput laut bisa
diolah berbagai macam produk, baik makanan, minuman, hingga produk kecantikan.
Artinya jika rumput laut diolah menghasilkan produk, pastinya harganya sudah
berbeda dengan bahan mentah.
"Saya yakin pabrik rumput laut bisa
berjalan dengan baik, dengan dibangunnya pabrik tersebut sangat banyak
memberikan dampak positif terutama kepada masyarakat, diantaranya bakal
terserapnya SDM untuk diperdayakan di pabrik, dan meningkatkan perekonomian
masyarakat," ungkapnya
Ditargetkan 2024-2025 pabrik tersebut bisa
dioperasikan, yang rencananya nanti akan dikelola oleh Perusda atau Bumdes.
Sehingga berdampak terhadap peningkatan
Pendapatan Asli Daerah (PAD).(adv/riz)